Warung Sate H. Faqih 1 bukanlah sekadar tempat singgah untuk bersantap. Di sini, meja dan kursi kami menjadi saksi bisu dari kakek yang mengenalkan rasa otentik kepada cucunya, hingga para santri, warga sekitar, keluarga, dan pendatang yang selalu kembali karena rindu pada cita rasa khas Cukir. Setiap kepulan asap sate membawa kehangatan cerita, kebersamaan, dan silaturahmi yang tak pernah putus sejak 1950.
"Dari ketulusan, perjuangan, dan kesederhanaan, lahirlah warisan rasa yang terus dikenang lintas generasi."
Alm. H. Faqih merupakan salah satu santri yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Tebuireng dan termasuk salah satu murid Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari. Setelah menimba ilmu, beliau memiliki tekad besar untuk merintis usaha sendiri di tengah kondisi ekonomi yang sulit pada era kemerdekaan. Dengan ketekunan, kesabaran, dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan, beliau memulai usaha sate secara sederhana dari sebuah warung kecil berbahan anyaman bambu yang berada di halaman rumah milik pasangan warga keturunan Tionghoa yang kemudian berpindah ke Surabaya. Seiring waktu, usaha tersebut perlahan berkembang menjadi bangunan kayu yang menjadi cikal bakal Warung Sate H. Faqih.
Setelah mengalami perkembangan dan renovasi, bangunan sederhana itu kemudian berubah menjadi rumah makan yang lebih layak untuk melayani pelanggan. Dari tangan beliau, racikan sate dengan cita rasa khas keluarga mulai dikenal oleh masyarakat Cukir, Jombang, hingga tumbuh menjadi salah satu kuliner legendaris sejak sekitar tahun 1950-an. Dalam perkembangannya, usaha yang semula dikenal sebagai Warung Sate H. Faqih ini kemudian diteruskan oleh keluarga dan dikenal hingga sekarang dengan nama Warung Sate H. Faqih 1. Hingga hari ini, semangat, resep, dan cita rasa yang diwariskan Alm. H. Faqih tetap dijaga oleh keluarga penerus, sehingga Warung Sate H. Faqih 1 bukan hanya menjadi tempat makan, tetapi juga ruang nostalgia yang menyimpan kenangan lintas generasi, baik bagi kalangan santri maupun masyarakat luas.
Berawal dari sebuah warung kecil berbahan anyaman bambu di halaman rumah, Alm. H. Faqih mulai merintis usaha sate dengan ketekunan dan cita rasa khas keluarga.
Seiring bertambahnya pelanggan, warung sederhana tersebut perlahan berkembang menjadi bangunan kayu yang menjadi tempat singgah masyarakat, santri, dan pendatang.
Setelah mengalami perkembangan, bangunan kayu kemudian direnovasi menjadi rumah makan yang lebih layak dan nyaman untuk melayani pelanggan.
Warung Sate H. Faqih 1 terus dijaga oleh keluarga penerus dengan mempertahankan resep, cita rasa, dan nilai perjuangan yang diwariskan Alm. H. Faqih.
Momen hangat para tokoh dan pelanggan yang pernah singgah di warung kami.
Ulama, Budayawan & Tokoh GUSDURian
""Silaturahmi sederhana yang menjadi bagian dari kenangan Warung Sate H. Faqih 1.""
Ulama, Cendekiawan & Tokoh Nasional
"Silaturahmi sederhana yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Warung Sate H. Faqih 1."
Ulama & Tokoh Agama
"Momen silaturahmi penuh kehangatan di Warung Sate H. Faqih 1."
Pendakwah & Pengasuh Ponpes Ora Aji
"Momen silaturahmi hangat di Warung Sate H. Faqih 1."
Ulama, Cendekiawan & Aktivis HAM
"Momen silaturahmi hangat di Warung Sate H. Faqih 1."
Akademisi, Aktivis & Tokoh Nasional
"Momen hangat saat bersantap di Warung Sate H. Faqih 1."
Gubernur Jawa Timur & Tokoh Muslimat NU
"Momen silaturahmi hangat di Warung Sate H. Faqih 1."
Tokoh Pers, Pengusaha Media & Mantan Menteri BUMN
"Momen silaturahmi hangat di Warung Sate H. Faqih 1."
Politisi & Tokoh Nasional
"Silaturahmi penuh kehangatan di Warung Sate H. Faqih 1."
Pakar Hukum Tata Negara & Tokoh Nasional
"Momen silaturahmi hangat di Warung Sate H. Faqih 1."
Mantan Kapolri & Tokoh Kepolisian Nasional
"Momen kebersamaan saat bersantap di Warung Sate H. Faqih 1."
Momen kebersamaan pelanggan yang menjadi bagian dari cerita Warung Sate H. Faqih 1.
Suasana Kebersamaan
"Momen sederhana saat pelanggan berkumpul dan menikmati hidangan di Warung Sate H. Faqih 1."
Singgah Bersama
"Kebersamaan rombongan pelanggan menjadi bagian dari kenangan di Warung Sate H. Faqih 1."
Hangat & Akrab
"Momen kebersamaan keluarga yang menikmati hidangan di Warung Sate H. Faqih 1."
Rasa yang Dirindukan
"Banyak pelanggan kembali bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena suasana yang terasa akrab."
Cerita Pelanggan
"Sepiring sate dan gule menjadi pelengkap obrolan hangat bersama keluarga."
Momen Pelanggan
"Setiap kunjungan menyimpan cerita, dari rasa yang dikenang hingga suasana yang terasa dekat."
4.3 / 5.0
Berdasarkan lebih dari 700+ ulasan otentik pelanggan di Google Maps.
Nikmati sajian legendaris langsung di tempat kami dengan kehangatan khas H. Faqih 1, atau pesan melalui platform online untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.
Setiap Hari: 08:00 - 20:00 WIB
Pilih platform pengiriman favorit Anda untuk memesan, atau hubungi kami langsung melalui WhatsApp.